expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>
Showing posts with label MERAIH CINTA NYA. Show all posts
Showing posts with label MERAIH CINTA NYA. Show all posts

Monday, April 15, 2013

Akan Ada Saatnya, Halal untuk Saling Mengenggam

Suatu hari akan ada saatnya,
Kita datang kesebuah pertemuan dengan kedua tangan yang terbuka.
dan ketika kita pulang kita bergandengan,
Kita halal, untuk saling dan terus mengenggam,
Pernikahan impian,
dengan manusia yang sudah dipilihkan oleh Tuhan.
Seseorang yang belaian tangannya sangat menetramkan,
Tak ada yang lebih dirimu dambakan,
Selain dia, tak ada,
Selain dia, tak bisa,
Dia yang akan senantiasa dirimu cinta,
Seirama, yang di damba, dia surga dunia,
Dia yang akan membawa kita lebih dekat kepada-NYA.
Dia jiwa lain yang suatu hari akan ada saatnya untuk jumpa,
Mungkin sudah lama dihadapanmu, mungkin baru saja, mungkin akan suatu hari nanti,
Tunggu saja, dan persiapkan diri.
Cinta yang haqiqi.


23:20 - 23:32
(Farida Isfandiari, 15 April 2013)

Friday, September 7, 2012

Kepadamu, Kurindu


Kepada : Kamu
Untuk kamu yang memang sering aku rindu tapi ku enggan mengaku, karena aku lebih ingin bertanya siapa yang kamu rindu?
Kamu lelaki, kamu yang harusnya bilang rindu lebih dahulu! Bisik sisi egoisku

Sudah selayaknya aku bersabar layaknya manusia lainnya,
Ya, Tuhan sudah berjanji, akan ada saatnya bagian dari diri kita, separuhnya kan kembali, bertemu, lalu sang manusia akan utuh, dan menemukan surga dunia yang Tuhan ciptakan, dan janjikan.
Pada suatu detik adakalanya aku kehilangan nafas, ah separuh itu memang tidak utuh, tidak penuh, dan wajar jika suatu waktu rapuh.

Thursday, March 29, 2012

Sering, Ini Membuat Manusia Seperti Seorang Pesakitan


Suatu hari manusia berpikir bahwa ini sebuah kutukan.
Harus menangis untuk hal hal yang sama.
Mungkin ini tidak adil.
Tapi ukuran keadilan itu sendiri masih terus manusia pertanyakan.
Mungkin Tuhan masih ingin manusia  seutuhnya  mencintaiNYA  saja.
Tapi Tuhan memerintah manusia untuk mencintai makhluknya.
Tuhan, ini merupakan salah satu  asalan manusia  untuk terus hidup.
Tapi Tuhan ini membuat diri manusia sering hanya menjadi  tak lebih dari seorang  pesakitan.
Tuhan sering manusia bingung, kenapa harus  manusia yang mungkin  tidak pantas untuk kemudian lalu menjadi sangat terluka.
Ini  pasti akan selesai, manusia yakin akan selesai.
Tapi kenapa harus selalu seperti  ini Tuhan?
Kesalahan manusia  itu sendirikah?
Kesalahan manusia itu sendiri?
Tuhan seandainya manusia boleh tahu kesalahan apa yang telah ia perbuat.
Jika mencintai itu seperti sebuah kesalahan.
Maka bimbinglah manusia Tuhan.
Agar tidak sia sia, berkutat pada kesalahan yang sama.
Cinta  yang benar? Ada kah untuk sang manusia?

(Farida Isfandiari, 29 Maret  2012)











Sunday, December 18, 2011

Cinta Yang Kau Ridhoi

Ya Allah aku tak menyalahkanmu

dan aku tak menyalahkan cinta

tapi aku menyalahkan diriku sendiri

yang terlalu bodoh hingga harus kembali terluka

hanya karena sesuatu yang disebut cinta.



tapi mengapa harus ada cinta

kalau itu hanya kan mematahkan hati

dan membuatnya terluka

bahkan hampir putus asa

dan mengapa cnta harus datang padaku??

walau akhirnya akan bertepuk sebelah tangan



Ya ALLOH aku sadar aku ada di bumi karena cinta

tapi karena cinta aku selalu memikirkannya

dan itu menyita waktuku dengan sia-sia

tapi apakah bila setiap hembusan nafasku memikirkannya

dia juga memikirkanku

mungkin terlintaspun tidak



itulah bodohnya diriku bermimpi mendapatkan pangeran pujaan yang ku tahu itu mustahil kudapat

tapi apa yang harus kulakukan untuk menunda cintaku.

hingga cinta itu adalah cinta yang tepat bagiku

cinta yang kau ridhoi


(Farida Isfandiari,2007)



*pernah di muat dalam majalah BIAS tahun 2007