expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>
Showing posts with label SARKASME RASA. Show all posts
Showing posts with label SARKASME RASA. Show all posts

Wednesday, July 18, 2012

Aku Belum Lupa, Kamu

Melihatmu dari kaca laptopku.
Aku belum lupa.
Kita pernah melewati malam-malam.
Kelopak mataku berair.
Ingatan itu mungkin meleleh disana.
Jika boleh ku ibaratkan,
Pikiranku berusaha keras untuk menguliti perasaan ini.
Tetap saja aku tak membawa pisau lain yang kemudian mampu seperti yang pernah kucoba sudah sudah.

(Farida Isfandiari, 10 Juli 2012)

Saturday, March 17, 2012

Didinginkan

Manusia keluar, membiarkan tubuh kedinginan.
Seimbang.
Di dalam tubuh ada yang lebih dulu kedinginan.
Karena di dinginkan, manusia lain.
(Farida Isfandiari, 13 januari 2012)

Thursday, January 19, 2012

Hangat Apa yang Kau Cari

Sudahlah.
Selimuti saja dirimu dari kedinginan ini.
Tidak ada yang perlu kau tunggu dari hujan.
Jika memang sudah saatnya, ia akan berhenti dengan sendirinya, mungkin akan lama. Sampai kau menjadi lupa hangat apa yang sedang kau cari ,nikmati.
(Farida Isfandiari,15 Januari 2012)

Wednesday, December 21, 2011

HALAMAN TELAH DIHAPUS

Tembok Pemisah

Agaknya yang terbangun itu harus segera di hancurkan,
tidak akan pernah menjadi "naungan" jika memang tidak diharapkan dibangun untuk itu, hanya akan menjadi "tembok pemisah" jika tetap dipaksa dilanjutkan.

(Farida Isfandiari, November 2011)

Monday, December 12, 2011

Kumuntahkan Saja, Rasa

Sepertinya memang baiknya harus ku muntahkan. Karena ini hasil "mencuri",mengambil lalu kunikmati, tanpa seizin mu.

(Farida Isfandiari, November 2011)

Tampar Diri

Agaknya perlu menampar diri sendiri.
Agar segara sadar

(Farida Isfandiari, November 2011)