karena cinta memiliki sejarah masing masing, dan pernah berharga, untuk masa itu saja, masa ini, atau sampai nanti. sehingga cinta harus disimpan dalam tempat yang kapan saja bisa kau kunjungi, karena cinta itu kekal seperti energi, tidak akan hilang, hanya akan berubah bentuk saja
Showing posts with label MUSIM. Show all posts
Showing posts with label MUSIM. Show all posts
Monday, April 2, 2012
Memutar Ingatan
Suatu hari, memutar ingatan itu hal yang menyenangkan, suatu hari ketika itu.
Meski tak ada di ingatan mu.
Suatu hari.
Menyenangkan.
Semoga bukan hanya ingatan.
(Farida Isfandiari, 26 Februari 2012)
Meski tak ada di ingatan mu.
Suatu hari.
Menyenangkan.
Semoga bukan hanya ingatan.
(Farida Isfandiari, 26 Februari 2012)
Monday, March 19, 2012
Entah Pagi yang Kapan
Pagi akan selalu dimulai.
Tanpa kehadiran kita sekalipun.
Suatu hari yang sama, namun mungkin sudah benar benar kau lupakan.
Di tanggal ini jika benar.
Ada sesuatu yang seharusnya tak dimulai.
Kau mulai, ku mulai, atau memang kehendak pencipta pagi.
Pertemuan di suatu pagi.
Meskipun bukan untuk pertama bahkan sudah kesekian kali.
Dipertemukan sesuatu yang harus kita datangi.
Kau tak menemuiku, aku juga tak bermaksud menemuimu.
Seperti pagi ini juga, aku juga tak bermaksud memikirkan ini.
Tapi kemudian aku masih saja ingin mendapatkan semua pagimu.
Pagi pertamamu, bersamamu menikmati pagi hingga pagi di keesokan hari.
Meski entah siapa pagi yang ingin kau temui.
Aku masih ingin menjadi pagimu, di pagi nanti maupun di pagi yang lain.
Hingga tak ada pagi lagi.
Entah pagi yang kapan.
Atau Inginmu kuselesaikan di pagi ini, supaya tepat untuk ku pergi.
Hei untuk mu di musim ini.
Senyummu membuatku selalu menunggu pagi.
01.00
(Farida Isfandiari, 19 Maret 2012)
Thursday, January 19, 2012
Musim Dingin Penantian
Resah di sebelah mana.
Seperti telisik daun daun yang memang sudah saatnya jatuh,berguguran.
Tak ada yang perlu disesalkan.
Ketika waktu mengijinkan tumbuh dan berbunga, maka disaat itulah, semi yang kau tunggu, setelah beku dimusim dingin penantianmu.
(Farida Isfandiari, 15 Januari 2012)
Seperti telisik daun daun yang memang sudah saatnya jatuh,berguguran.
Tak ada yang perlu disesalkan.
Ketika waktu mengijinkan tumbuh dan berbunga, maka disaat itulah, semi yang kau tunggu, setelah beku dimusim dingin penantianmu.
(Farida Isfandiari, 15 Januari 2012)
Subscribe to:
Posts (Atom)