expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>
Showing posts with label HUJAN. Show all posts
Showing posts with label HUJAN. Show all posts

Monday, April 2, 2012

Melebur Butir Pasir

Gurun gersang yang menghiba hujan, mencari oase dan lalu hanya bertemu fatamorgana.
Tertipu.
Kering.
Sekarat.
Lalu lenyap melebur butir pasir.
(Farida Isfandiari, 20 Februari 2012)

Kau Hiraukan?

Jangan tanyakan kemana air nya akan bermuara, jika hujan nya tak pernah kau hiraukan.
(Farida Isfandiari, 23 Februari 2012)

Saturday, March 17, 2012

Nyanyi Hujan Ngilu

Nyanyi hujan yang terkadang terdengar ngilu.
Pecah, saat iringi rintik airmata kepergianmu.
Hujan lebat, gerimis, reda.
Seperti perjumpaan kita.
Berakhir sewaktu waktu, dan pilu.
(Farida Isfandiari, 10 januari 2012)

Sunday, March 11, 2012

Merembes Melalui Kedua Celah Matanya

Hujan di hati yang terpaksa harus manusia terus bendung itu merembes melalui kedua celah matanya.
(Farida Isfandiari, 7 Maret 2012) 

Tuesday, February 7, 2012

Menjadi Hujan atau Teduh Saja

Awan awan pasti akan berarak pulang,semua berjalan mengikuti takdir.
Menjadi hujan atau teduh saja kadang juga bukan kehendaknya.
Yang ada dilangit sebelah sana.
(Farida Isfandiari,12 Januari 2012)

Hujan yang Tertahan

Seperti hujan yang tertahan.
Berlindung dibalik payung kepuraan sikap untuk terlihat tidak pernah basah terkena hujanmu.
Sering tak tahu bagaimana bersikap.
(Farida Isfandiari,12 Januari 2012)

Tuesday, January 17, 2012

Ini Tentang Hujan

Ini tentang hujan yang datang sewaktu-waktu,dan sesuka hati berlalu.
Tanpa mau tahu apa yang menjadi basah.
Tanpa mau tahu benih apa yang sudah tumbuh di tanah.
(Farida Isfandiari,13 Januari 2012)